RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK KALIUM SULFAT

Angga, Yolanda and Ekawati, Danial, S.P., M.Si. and Yulhasmir, Yulhasmir, S.P., M.Si. (2025) RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK KALIUM SULFAT. Other thesis, Universitas Baturaja.

[thumbnail of COVER ANGGA.pdf] Text
COVER ANGGA.pdf

Download (838kB)
[thumbnail of ABSTRAK ANGGA.pdf] Text
ABSTRAK ANGGA.pdf

Download (61kB)
[thumbnail of BAB I ANGGA.pdf] Text
BAB I ANGGA.pdf

Download (80kB)
[thumbnail of BAB II ANGGA.pdf] Text
BAB II ANGGA.pdf

Download (84kB)
[thumbnail of BAB III ANGGA.pdf] Text
BAB III ANGGA.pdf

Download (32kB)
[thumbnail of BAB IV ANGGA.pdf] Text
BAB IV ANGGA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB)
[thumbnail of BAB V ANGGA.pdf] Text
BAB V ANGGA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA ANGGA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA ANGGA.pdf

Download (219kB)

Abstract

Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman
Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Kalium Sulfat. Dibimbing oleh Ekawati Danial, S. P., M.Sidan Yulhasmir, S.P., M.Si. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui
pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk Kalium Sulfat dalam pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di
Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pelaksanaan penelitian di lakukan bulan
Januari sampai Maret 2025. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama
terdiri dari tiga taraf dan faktor kedua terdiri dari empat taraf, diulang sebanyak
tiga kali sehingga mendapatkan 36 kombinasi perlakuan. Faktor pertama pupuk kandang kambing yang terdiri dari : P1 : 10 ton/ha (1 kg/petak), P2 : 20 ton/ha (2kg/petak), P3 : 30 ton/ha (3 kg/petak). Faktor kedua yaitu pupuk Kalium yang
terdiri dari : K1 = 100 kg/ha ( 10 g/petak ), K2 = 150 kg/ha (15 g/petak ), K3 = 200kg/ha ( 20 g/petak ), K4 = 250 kg/ha ( 25 g/petak ). Peubah yang diamati yaitu
tinggi tanaman (cm), berat basah tajuk (g), berat kering tajuk (g), jumlah umbi per rumpun ( buah ), bobot basah umbi per rumpun ( g ), bobot kering per rumpun ( g
) dan roduksi per petak. Berdasarkan hasil analisa uji F, menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pupuk kotoran kambing dan pupuk Kalium sulfat
berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Faktor tunggal pupuk kotoran kambing berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Serta pengaruh faktor tunggal pupuk tunggal pupuk Kalium sulfat juga
berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kombinasi perlakuan P2k4 merupakan kombinasi perlakuan yang cenderung lebih baik untuk
mendukung pertumbuhan tanaman bawang merah dan kombinasi perlakuan P1K3 merupakan kombinasi perlakuan yang cenderung lebih baik untuk mendukung
produksi tanaman bawang merah. perlakuan P3 (kotoran kambing 30 ton/ha)merupakan perlakuan cenderung lebih baik pada pertumbuhan bawang merah dan
perlakuan P2 (kotoran kambing 20 ton/ha) merupakan perlkuan cenderung lebih
baik terhadap produksi tanaman bawang merah. Perlakuan pupuk Kalium K2 (150
kg/ha (15 g/petak)) merupakan perlakuan cenderung lebih baik untuk mendukung
pertumbuhan tanaman bawang merah sedangkan perlakuan K3 (200 kg/ha (20
g/petak)) merupakan perlakuan cenderung lebih baik untuk mendukung produksi
bawang merah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Universitas Baturaja > Jurnal > FP > Agroteknologi
UBR > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Yudith UNBARA
Date Deposited: 25 May 2026 01:48
Last Modified: 25 May 2026 01:48
URI: https://repository.unbara.ac.id/id/eprint/2587

Actions (login required)

View Item
View Item