Tria Retno, Ningsih and Yahnu Wiguno, Sanyoto, M.I.P. and Eva, Susanti, M.Si (2026) PENILAIAN KODE ETIK PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN OLEH PENGAWAS TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024(STUDI DI KECAMATAN BELITANG MULYA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR). Other thesis, Universitas Baturaja.
COVER.pdf
Download (741kB)
ABSTRAK.pdf
Download (87kB)
BAB I.pdf
Download (103kB)
BAB II.pdf
Download (199kB)
BAB III.pdf
Download (135kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (659kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (66kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (494kB)
Abstract
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan instrumen penting dalam mewujudkan demokrasi lokal yang berintegritas. Kualitas penyelenggaraan Pilkada sangat ditentukan oleh efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta jajarannya hingga tingkat kecamatan dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslu Kecamatan) memiliki peran strategis dalam memastikan penerapan Kode Etik Penyelenggara Pemilu secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) terhadap penerapan Kode Etik Penyelenggara Pemilu oleh Panwaslu Kecamatan Belitang Mulya pada Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada PTPS di Kecamatan Belitang Mulya dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penerapan kode etik oleh Panwaslu Kecamatan Belitang Mulya dinilai baik oleh responden. Sebanyak 68% PTPS memberikan penilaian baik, 22% menilai sangat baik, sementara 10% menyatakan penerapan kode etik masih cukup. Prinsip integritas dan profesionalitas memperoleh penilaian tertinggi dengan persentase masing masing sebesar 72% dan 70% pada kategori baik hingga sangat baik.Sementara itu, prinsip akuntabilitas dan keterbukaan memperoleh penilaian relatif lebih rendah, dengan 15% responden menilai masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan kode etik telah berjalan secara cukup konsisten,namun masih memerlukan penguatan pada beberapa indikator tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu dalam meningkatkan kualitas pengawasan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkada.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Universitas Baturaja > Jurnal > FISIP > Ilmu Pemerintahan UBR > Ilmu Pemerintahan |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan |
| Depositing User: | Yudith UNBARA |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 04:08 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 04:08 |
| URI: | https://repository.unbara.ac.id/id/eprint/2794 |
