ANALISIS PEMASARAN DAN TRANSMISI HARGA KOPI DI DESA TANJUNG KARI KECAMATAN PULAU BERINGIN KABUPATEN OKU SELATAN

Antika, Dedes Juleha and Dr. Endang, Lastinawati, M.Si. and Dr. Henny, Rosmawati,S.P., M.Si. (2026) ANALISIS PEMASARAN DAN TRANSMISI HARGA KOPI DI DESA TANJUNG KARI KECAMATAN PULAU BERINGIN KABUPATEN OKU SELATAN. Other thesis, Universitas Baturaja.

[thumbnail of COVER ANTIKA DJ-1.pdf] Text
COVER ANTIKA DJ-1.pdf

Download (363kB)
[thumbnail of ABSTRAK ANTIKA DJ.pdf] Text
ABSTRAK ANTIKA DJ.pdf

Download (85kB)
[thumbnail of BAB I ANTIKA DJ.pdf] Text
BAB I ANTIKA DJ.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of BAB II ANTIKA DJ.pdf] Text
BAB II ANTIKA DJ.pdf

Download (152kB)
[thumbnail of BAB III ANTIKA DJ.pdf] Text
BAB III ANTIKA DJ.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of BAB IV ANTIKA DJ.pdf] Text
BAB IV ANTIKA DJ.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (233kB)
[thumbnail of BAB V ANTIKA DJ.pdf] Text
BAB V ANTIKA DJ.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (90kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA ANTIKA DJ.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA ANTIKA DJ.pdf

Download (112kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis saluran pemasaran kopi yang terdapat di Desa Tanjung Kari Kecamatan Pulau Beringin. (2) Menilai tingkat efisiensi pemasaran kopi berdasarkan margin dan biaya pemasaran yang terjadi. (3) Menganalisis transmisi harga kopi antara pasar konsumen dan pasar produsen di Desa Tanjung Kari. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode acak sederhana (Simple Random Sampling). Dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 orang dari populasi 200 orang petani kopi, sedangkan untuk mendapatkan 10 orang pedagang pengumpul dan 5 orang pengecer dengan menggunakan metode Snowball Sampling. Sehingga total sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Hasil penelitian ini yaitu saluran pemasaran kopi di Desa Tanjung Kari tergolong sederhana, yaitu melalui satu saluran utama: Petani → Pedagang Pengumpul → Konsumen Akhir. Saluran ini dipilih petani karena kemudahan akses,keterbatasan modal, serta hubungan kepercayaan dengan pedagang. Namun,ketergantungan pada satu lembaga pemasaran menyebabkan posisi tawar petani relatif lemah dalam pembentukan harga. Margin pemasaran kopi sebesar Rp17.445/kg menunjukkan adanya selisih harga yang pcukup besar antara tingkat petani dan konsumen. Dari margin tersebut, sebagian besar merupakan keuntungan pedagang pengumpul, sedangkan petani hanya berperan sebagai penerima harga awal tanpa memperoleh nilai tambah dari proses pemasaran lanjutan. Nilai farmer’s share sebesar 76,41% menunjukkan bahwa petani menerima bagian harga yang relatif besar, namun belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan petani karena risiko produksi tetap ditanggung oleh petani. Sistem pemasaran kopi di Desa Tanjung Kari secara teknis tergolong efisien, dengan rasio efisiensi pemasaran sebesar 153.04%,yang berada di bawah batas efisiensi 10%. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pemasaran relatif rendah dibandingkan nilai produk. Meskipun demikian,efisiensi yang terjadi lebih bersifat efisiensi operasional dan belum diikuti oleh pemerataan distribusi pendapatan antar pelaku pemasaran. Transmisi harga kopi dari tingkat pedagang/konsumen ke tingkat petani bersifat tidak sempurna, yang ditunjukkan oleh koefisien transmisi harga sebesar 0,598 (<1).Nilai tersebut mengindikasikan bahwa perubahan harga di tingkat pedagang/konsumen tidak sepenuhnya diteruskan kepada petani, sehingga mencerminkan adanya ketimpangan kekuatan tawar menawar dan struktur pasar yang cenderung oligopsonistik pada tingkat pedagang pengumpul.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Universitas Baturaja > Jurnal > FP > Agribisnis
UBR > Agribisnis
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Yudith UNBARA
Date Deposited: 25 Jun 2026 04:31
Last Modified: 25 Jun 2026 04:31
URI: https://repository.unbara.ac.id/id/eprint/2732

Actions (login required)

View Item
View Item